Jumat, 14 Januari 2011

jamita


2 KORINTUS 5:17-21

I.       Pendahuluan.
Rasul Paulus mengirim surat Korintus yang kedua tahun 50-an M. Surat yang pertama berisikan petuah untuk menguatkan persatuan dan kesatuan di Jemaat Korintus, supaya tidak lagi terpecah-pecah dalam kelompok-kelompok yang walaupun beragam pembawa berita atau guru pengajar tentang Injil. Paulus merasa amat penting untuk mengirim surat yang kedua kali dengan harapan jemaat Korintus makin teguh dan kuat dalam iman dalam penantian akan kedatangan Kristus sembari mau memikirkan dan berpartisipasi menolong jemaat yang di Yerusalem yang mengalami berbagai penderitaan karena iman kepada Kristus ditambah dengan keadaan ekonomi mereka yang banyak orang miskin. Partisipasi dan pelayanan jemaat Korintus untuk mendukung terciptanya kedamaian itulah menjadi tema dari perikope ini.

II.    Keterangan.
1.      Perpecahan sering terjadi jika masing-masing orang menonjolkan perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu memang adalah  anugerah tetapi ketika ditonjol-tonjolkan bahkan dipakai memojokkan dan menyudutkan orang lain itu yang jadi masalah. Paulus tahu hal ini sehingga dia menasehati jemaat Korintus untuk lebih terbuka melihat persemaan yang menyatukan diantara mereka sebagai pengikut Kristus. Dia mencoba membuka mata iman mereka untuk melihat keselamatan universal yang telah diperbuat Tuhan Yesus. Dia telah mati untuk semua orang (15-16). Kematian Yesus sangat berarti bagi kita. Dia telah mati untuk kita (Rom 5:6-8) dan kita telah  matidengan Kristus (Rom 6:8). Pada waktu Kristus  mati menggantikan kita, maka keadilan Allah dalam pelaksanaan hukuman dinyatakan. Melalui pelaksanaan hukuman tersebut dosa diselesaikan (terhapus) sehingga  kita dibenarkan. Pada waktu kita mati dengan Kristus dalam Baptisan kudus, inilah dasar pengudusan dan kekudusan kita.  Dalam Yesus kita telah dilahirkan kembali. Jadi amat penting melihat hal tersebut sebagai dasar pembenaran dan kekristenan kita. Di dalam Kristus kita benar-banar satu dan menyatu sebagai anak-anak Tuhan. Dengan ukuran ini kita diarahkan untuk melihat saudara/i kita satu di dalam Tuhan. Sehingga dalam konteks Korintus, dengan demikian seharusnya tidak ada lagi istilah kelompok/pengikut Paulus, Kefas dan Apolos.
2.      Berbicara soal persamaan berarti berbicara soal kesatuan dan persatuan. Bagi Palus ini adalah sangat penting yakni bahwa setiap orang Kristen adalah satu “didalam Kristus”. Setiap orang lahir dari rahim ibunya atau lahir di dunia ini adalah lahir di luar Kristus, karena semua orang telah berdosa. Bagaimana caranya orang pindah dari ‘di luar Kritus’ menjadi di “dalam Kristus”? Tentunya ini tidak bisa dilakukan oleh  kuasa manusia itu sendiri. Ini adalah karya penyelamatan Tuhan Allah di dalam baptisan Kudus. Dengan baptisan kita ditransper  kitdari luar ke dalam Kristus. Ada di dalam Kristus berarti dipersatuan dengan Kristus, bagai ranting dipersatukan dengan pokok. Kristus sebagai pokok Anggur yang benar, sebagai ranting kita harus menyatu ke pokoknya. Ranting harus menyatu ke pokok baru bisa hidup dan berbuat. Terpisah dari pokok berarti layu dan mati (bnd Yoh 15:5-6). Ada di dalam Kristus berarti ciptaan baru; yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Menerima Kristus dan di baptis berarti kita telah menjadi ciptaan baru atau seorang yang baru. Peralihan ini tentunya adalah karya Tuhan di dalam Roh Kudus, dengan demikian kita mengalami perubahan hidup yang besar, sehingga kita menjadi ciptaan baru. Roh Allah bekerja di dalam kita agar kita menjadi ciptaan baru. Ini adalah suatu awal yang baru dalam lahir baru. Orang yang lahir baru seharusnya mendapat pikiran baru, keinginan yang baru, tujuan yang baru dan kedudukan yang baru. Pandangan tentang Allah dan Kristus menjadi baru. Alkitab menjadi satusatunya kitab suci sebagai Firman Tuhan. Tentunya yang lahir baru harus mengalami kasih yang baru kepada Tuhan dan sesama manusia. Pembaharuan ini adalah fundamental dan harus menjadi nyata selama-lamanya.
3.      Suatu prestise dan kebahagiaan yang luar biasa, dimana kita menjadi Anak Alah lewat perdamaian yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus, semuanya itu dari Allah. Manusia telah berbuat dosa besar bahkan durhaka terhadap Allah. Tetapi Allah penuh kasih dan keadilan. Walaupun manusia berdosa Dia tetap mengasinya. Sebagai Allah yang berkuasa penuh walaupun mengasihi dia tetap memberlakukan keadilan. Itulah sebabnya hukuman terhadap dosa harus dilakukan. Oleh karena itu Allah dengan kasihNya mengaruniakan AnakNya yang Tunggal menjadi korban perdamaian bagi dosa-dosa kita (Rom 3:25; Kol. 1:20, 1 Yoh 2:2, 4:10) Allah telah menghukum AnakNya di kayu salib karena dosa-dosa kita. Penting sekali kita mengerti bahwa Allah sebenarnya tidak perlu memperdamaikan dirinya dengan kita, melainkan kita yang  harus memperdaikan diri dengan Allah. Tetapi kita tidak akan pernah sanggup melakukan itu. Disinilah nyata kasih Yesus yang begitu besar.  Dia mengutus AnakNya untuk menggantikan kita dihukum samapai mati sebagai penganti kita. Pendamaian yang diperbuat Tuhan Yesus bagi kita hanya menuntut tindakan yaitu “Percaya” bahwa Kristus adalah sang Pendamai, lalu menyambutNya dalam hati kita sebagai Yuruselamat.
4.      Pada ayat. Ke 19 dalam terjemahan bahasa Yunani adalah sebagai berikut: Sebab Allah di dalam Kristus, mendamaikan isi dunia dengan dirinya sendiri, dengan tidak memperhitungkan dosa mereka, dan sudah menyerahkan kepada kami berita pendamaian itu. Dari teks ini terlihat jelas bagaimana Rasul mendapat mandat sebagai pemberita Injil Pendamaian dari Allah. Tuhan Allah yang memulai pendamaian. Allah mendamaikan kita dengan diriNya sendiri sebab Yesus Kristus rela mengorbankan diriNya untuk mengantikan kita. KarenaYesus telah menanggung hukuman dosa kita di kayu salib, maka Allah tidak lagi memperhitungkan dosa itu kepada kita. Pendamaian itu sempurna, cukup untuk seisi dunia, tetapi itu berlaku hanya bagi orang-orang yang bertobat dan percaya kepada Kristus. Pendamaian itu bukan berarti bahwa semua orang di dunia ini diselamatkan, melainkan hanya orang yang bertobat serta percaya kepada Yesus Kristus. Pelayanan pendamaian dan berita pendamaian telah di mandatkan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus. Jadi berita pendamaian bukan hanya untuk diri sendiri atau para pembaca, melainkan adalah untuk semua orang. Oleh karena itu, kita masing-masing harus menjadi pemberita pendamaian itu kepada semua orang yang ada di dunia ini. Oleh karena dosa manusia itu, terjadilah perseteruan antara Allah dan manusia. Tetapi oleh karena pendamaian Kristus, perseteruan itu telah dihapuskan. Respon manusia terhadap penghapusan itu adalah bertobat dan percaya kepada Kristus.
5.      Sebagai orang  yang percaya, yang telah diberi kuasa dan mandat bahkan jabatan terbesar sebagai utusan-utusan Kristus. Utusan atau duta tentunya tidak berkata tentang dirinya melainkan atas nama pengutusnya apakah itu raja atau presiden. Bila ia berkata, maka yang dikatakannya adalah perkataan si pengutusnya. Sehingga tidak boleh sembarangan sebab dia harus menyampaikan dengan tepat berita yang telah diterimanya dari yang mengutusnya. Yang  luar biasa disini adalah suara utusan/duta termasuk juga kuasanya sama dengan kuasa si pengutusnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa kita adalah utusan Kristus. Jabatan ini adalah mulia dan besar dan menuntut tanggungjawab yang besar juga. Sebab sebagai utusan Kristus kita tidak boleh bertindak dan berkata-kata dengan kehendak kita sendiri, tetapi harus sesuai dengan kehendakNya saja.
6.      Sebagaimana telah banyak disinggung di atas bahwa pendamaian adalah karya Allah. Karya penyelamatan lewat pendamaian tersebut diperbuatNya secara luar biasa dan pengorbanan yang luar biasa. Bagaimana mungkin dari sudut pandang manusia seorang bapa mengorbankan anak yang tunggal, anak kesayangan untuk keselamatan orang lain. Tetapi hal inilah yang dilakukan Tuhan Allah demi keselamatan manusia. Kristus anak Allah yang juga adalah Allah, rela berkorban menjadi pelaksana hukuman atas dosa yang tidak Dia perbuat. Dia yang tidak berdosa, yang tidak mengenal dosa dibuatnya menjadi dosa karena kita. Paulus dalam ayat ini bermaksud memberi alasan yang paling kuat agar manusia diperdamaikan dengan Allah. Kristus yang menjelma menjadi manusia tidak mengenal dosa dan tidak pernah berdosa; tas dasar itulah Ia berhak dan berkuasa menngadakan penebusan dosa pendamaian itu. Oleh karena tidak mengenal dosa, Ia dapat menanggung dosa. Ia menanggung dosa dengan mati  Kristus salib. Hasil dari kematiannya sebagai ganti kita, tidak lain daripada kita yang tidak benar dijadikan benar oleh Allah di dalam Dia (1 Pet. 3:18). Allah menjadikan Yesus ‘dosa’ sebagai ganti. Hal itu berarti Allah Bapa menjatuhkan murkaNya ke atas anakNya yang tidak berdosa sebagai ganti kita. Pekerjaan Kristus itu menjamin keselamatan kita dan orang dan orang yang berdosa mendapat perlindungan dalam Kristus. Dengan demikian kita yang percaya kepada Kristus dibenarkan dihadapan Allah Bapa, karena Kristus dengan kehendakNya dijadikan dosa sebagai ganti kita.
III. Penutup.
Kasih Allah begitu besar terhadap dunia ini. Dia mau datang ke dunia dan mejadi manusia (berinkognito). Tidak hanya sampai disitu; Allah yang telah menjadi manusia di dalam AnakNya Yesus Kristus, Dia rela mati  sebagai korban pendamaian atas dosa dan murka yang diperbuat manusia. Pendamaian ini adalah solusi satu-satunya bagi manusia bisa kembali menghadap tahta kerajaan Sorga. Percaya dan beritakanlah pendamaian yang Kristus lakukan sebagai bukti iman percayamu dan wujud rasa syukur atas jabatanmu sebagai utusan bahkan anak Allah yang dipulihkanNya.











Freslysimamora@yahoo.co.id






PILIPI 1:1-6
I. Pendahuluan
Jemaat Pilipi adalah didirikan oleh Rasul Paulus bersama dengan teman sekerjanya: Silas, Timoteus menjalin hubungan yang baik dengan jemaat Pilipi, hal ini terlihat dari bantuan dan kesediaan mereka mencukupkan kebutuhan Rasul Paulus ketika berada di Makedonia (2 Kor 11:9, Pil 4: 15-16). Surat ini dikirimkan ketika Paulus dalam penjara di  kota Roma (Kis. 28:16-31) sebagai ucapan terimakasih dan  sebagai wujud rasa syukurnya atas segala kebaikan yang jemaat Pilipi lakukan baginya. Kemudian dia juga menasehatkan kiranya jemaat ini semakin menunjukkan kasih dalam persekutuan, rendah hati dan selalu berdamai dalam Kristus. Dalam perikope ini Paulus begitu jelas menunjukkan sukacitanya serta sanjungannya kepada jemaat Pilipi atas segala kebaikan dan perhatian mereka, yang disyukurinya sebagai kasih karunia Kristus.
II. Penjelasan Nats.
  1. Di awal dari surat ini dengan begitu jelas dan gamblang diberitahukan si pengirim yakni Paulus dan Timoteus dan alamat suratnya adalah seluruh jemaat, penilik jemaat diaken yang berada di Pilipi. Dia menyebutkan bahwa mereka adalah orang kudus dalam Kristus. Ini adalah suatu sanjungan tentang keberadaan jemaat yang ketika itu sudah pada tahap yang begitu baik. Artinya bahwa kehidupan mereka sudah bisa menjadi teladan.
  2. Seperti biasanya Paulus tidak pernah lupa mengawali setiap suratnya dengan ucapan berkat dan sekaligus doanya untuk setiap jemaat yang disapa dan dilayaninya dengan : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
  3. Paulus selalu bersyukur kepada Tuhan ketika mengingat jemaat Pilipi. Dalam bahasa Yunani : Eucharisto berarti mengucap syukur tentang sesuatu yang telah diterima dari Tuhan dan perbuatanNya yang penuh kasih karunia dan kasih setiaNya kepada jemaat tersebut. Mengucap syukur juga sudah boleh dikatakan sebagai ciri dari Rasul Paulus. Ucapan syukurnya adalah dengan alasan yang jelas yakni karena Tuhan telah dan selalu memberi kasih karunia dan menyertainya, khususnya dalam tugas mulia Pemberitaan Injil (1 Kor 1:4, Ep. 1:16). Sukacita Rasul menjadi bertambah-tambah karena begitu jelas kelihatan buah dari pelayanan Injil yang dia beritakan ke Pilipi. Hal ini terlihat dari kehidupan persekutuan jemaat yang penuh kasih, kesatuan dan keteguhan iman. Walaupun Paulus tidak lagi bersama-sama dengan mereka karena  pekerjaan Pelayanan Injil ke tempat yang lain, namun Paulus selalu menyebut mereka dalam doanya sebagai mana dalam teks ini. Tidak henti-hentinya paulus mendoakan jemaat Pilipi. Bagi paulus mengingat Jemaat Pilipi berarti mengingat hal-hal yang membahagiakan yang membuatnya bersukacita. Sehingga dalam doanya pun ia selalu bersukiacita datang kepada Tuhan dan memohon kiranya bagi mereka Tuhan tambahkan kelimpahan. Dan bagi jemaat Pilipi, Paulus menegaskan apa yang mereka terima dan hidupi sesungguhnya hanyalah kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus. Berdoa dan mengucap syukur, dimana doa dan permohonannya bukan hanya untuk dirinya sendiri; hal ini adalah sikap yang harus kita teladani. Dia tidak mengadalkan kepintaran , kekuatan dan kuasa sendiri, akan tetapi dalam setiap langkah kehidupannya dia nyatakan, selalu mengandalkan kuasa dan penyertaan Kristus.
  4. Walaupun Paulus hidup ditengah kekangan dalam penjara tetapi dari balik jeruji tersebut Injil tetap bisa tersiar. Dalam keterkekangan dia tetap dipakai Tuhan membebaskan jiwa-jiwa yang terbelenggu. Paulus hidup selalu optimis, bersemangat serta berpengharapan. Dia percaya bahwa Roh Kudus akan selalu bekerja menolong jemaatnya untuk melakukan hal-hal yang baik sebagaimana kehendak Tuhan. Sebagaimana Yesus telah berjanji bahwa dia akan menyertai hamba-hambaNya sampai maranata. Ini juga suatu motivasi baginya untuk melewati berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapinya. Bagi Paulus pelayanan Injil adalah pekerjaan Tuhan. Setiap Injil diberitakan itu berarti Tuhan hadir dan ada didalamnya.
III. Penutup.
  1. Patut kita meneladani kehidupan dalam pekerjaan Pelayanan Paulus yang selalu bersemangat dan penuh rasa syukur melakukan tugas pelayanan dalam setiap waktu dan kondisi apa pun. Walaupun begitu banyak tantangan, rintangan dan hambatan; seperti dalam perikope ini dari dalam penjara pun dia tetap mengabarkan Injil lewat suratnya.
  2. Paulus tidak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan Yesus, suapaya Dia memberkati dan menyertainya dalam setiap langkah kehidupannya. Terkhusus dalam tugas pelayanan Injil. Berkat doanya itu dia melangkah lebih pasti dan penuh keberanian sehingga dapat melewati segala tantangan dan hambatan yang dihadapinya.
  3. Kristus tetap bekerja dalam gereja sepanjang jaman. Beritakanlah Tri tugas gereja Bersaksi, Bersekutu dan Melayani, lakukan dengan sukacita dengan segala kerendahan hati dalam iman hanya mengandalkan kasih Kristus.

Kamis, 13 Januari 2011

SEJARAH HKI SUGUMPAR-REST.LINTONGNIHUTA

SEJARAH SINGKAT HKI SIGUMPAR
I.              Patujolo
Syaloom! Selamat Jubileum ma di hita saluhutna. Porlu hupabotohon hami tu hita saluhutna. Ia sejarah on  di ginurithon St Pardomuan Hutasoit (Op.Popa Doli) rap dohot inang Sinta br Sihombing (Op Popa Boru)   songon pelaku Sejarah na langsung dohot mengalami pardalanan ni HKI Sigumpar on. Di buat ma muse informasi dohot sian piga-piga natua-tua ni huria on nang sian angka pinompar ni angka Pendiri ni huria on. Dirajumi do ndang singkop sejarah on, asa molo adong nahurang lobi mansai las do roha nami manjalo masukan sian hita luhutna.
II.            Bona ni pangkataion laho mamungka HKI
Di bulan Desember 1960, didok amanta Kepala kampung (KK) Gerhart (Op. Bunbunan) ma tu Gr Richart Hutasoit, Japidoli Hutasoit dohot Karal siregar: ” Ai boasa so marminggu hamu nangkaningan?” Gabe so diboto hamu be angka namasa, ia tu parjujian sai laho do. Hape aha ma ngolu sian i, so diingot hamu dakdanak mu nungnga lam ma godang. Molo holan angka inanata do tapasombu ndang toho be i. Hape molo marminggu iba lumbang do roha jala sonang pingkiran. Alai hatop do dialusi nasida KK? Marminggu do didok ho, nanggo baju niba pe so targanti” Gabe laos iba ma annon pabereng-berengon ni halak. Alai denggan do dialusi KK Gerhart nasida mandok; sasintongna ndang persoalan i, namarmingguon holan sahali do sungka, dungkon ni I lam tu tabona nama.
Alai didok nasima ma musengani tu KK Gerhart, toe ma buti sapala namarminggu tapajongjong ma Gareja naimbaru. Jala dos rohanasida laho pajongjong HKI.
Nang pe naung satahi nasida laho pajongjong huria i, alai marsipandohan ma nasida: “Olo jo ise ma anon na olo donganta di HKI ate?” Alai pintor adong do sian nasida muse mangalusi: didok ma : “toema Godang do dongan anon molo dung tapungka parmingguon i. Tadapothon ma angka namalas marminggu, ima taarahon donganta.
III.                  Di Pungka ma HKI
Jadi dos ma rohanasida laho mamungka HKI. Alai marsisungkunan ma muse nasida, didok ise ma manguluhon hita ate?  Jadi didokkon nasida ma tu  amanta Pardomuan Hutasoit (Op. Popa), ingkon saut nama mamungka HKI hita. Dialusima amanta pardomuan ma nasida: Unang jo pintor songoni, palan-palan jo, Alana ndang na mura mamungka Huria on. Alana borat doi, ai nungnga tung tangkas dipingkiri roha muna nuaeng i? . Dungi dialusi nasida ma; Nungnga be ate ninna nasida sama nasida. Jadi ninna si Pardomuan ma: Poso dope au. Alai didok nasida ma muse, ai ido asa pintor adong do jadi Vorhanger anon. Alai dialusi amang si Pardomuan  ma muse: Imada hape masuk do ahu Hemende Koor, jadi tung mansai borat do rohangku maninggalhon HKBP on. So adong alana manang aha. Mamereng hamu pe lomos do rohangku, ai ahu pe dang adong na huboto, ala mansai poso dope ahu martimbangkon hamu. Ai behama holan parjuji do hamu ! Alai didok nasida ma muse : Pos ma roham amang, sapala naung hudok hami ingkon saut do. Mangasahon Tuhan i. Ihut dihamauliatehon masukan na sian amanta si Pardomuan i.
IV.         Manggarap dongan Laho Mar-HKI
Antong molo songon I, dos ma rohanta, tudia ma hita laho? Ba didia ma nuaeng na godang angka na losok marminggu, ninna nasida ma. Antong tu Pea Hotang majolo hita, ala godang do dongan nalosok marminggu disi. Jadi borhat ma nasida tu si, dituju nasida ma tu jabu ni amanta Mangantar Sihombing, laos dijou ma tu jabui, amanta Jonatan Sihombing, amanta Valentin Siregar. Dung pungu nasida, disungkun ma nasida: “Apala aha do amang umbahen na ro hamu?  Dialusima: “Imadah toho doi sungkun-sungkunmi, didok roha nami nian asa dos do rohanta laho mamungka sada Gareja, Didok Par Pea Hotang ma bah toho doi..? Ai ndang mungkin, Alana holan parjuji do hamu na ro on. Beha ma bahenonta mamungka Gareja. Tapingkiri majo boi do? Dialusi nasida ma: “ Asal dos ma rohanta. Didok par- pea hotang ma muse: “Antong molo songon i Gareja dia ma bahenonta” Dialusi ma nasida: “HKI ma nian didok roha nami ” Antong nga denggan  i, songoni ma nasida marsipandohan.
V.            Sangka Parmingguon Parjolo
Marsisungkunan ma muse nasida: Didia ma hita marminggu? Dapot nasida ma dos ni roha, di Pea hotang ma di pungka parmingguon I, di bagas ni amanta Mangantar Sihombing. Mardos ni tahi ma nasida paboahon tu inanta na be. Nian deba sian inata i, sanga do adong naso olo, siala didok rohana : Dia ma mungkin mamungka Gareja angka parjuji, angka so itanda ho Gareja, hape patagi-tagihon laho pajongjongkon. Alai didok angka amantai ma mangalusi: Tole ma tatorusma, ia dung marminggu hiota annon las do roha ni angka inata i
VI.             Minggu Pertama.
Dipatupa ma parmingguon na parjolo tanggal 05-01-1961 di jabu ni amanta Mangantar Sihombing di Pea Hotang. Angka namarminggu disi :
·         K K Gerhart Hutasoit.
·         Mangantar Sihombing.
·         Gr Richard Hutasoit.
·         Japidoli Hutasoit.
·         Karal Siregar.
·         Jonatan Sihombing
·         Valentin siregar
·         Pardomuan Hutasoit.
Diminggu-minggu namangihut jalo do muse dohot amanta Anus Hutasoit.
Di namarminggi perdana i nasida, tung so diboto do songon dia pardalan ni acara diprmingguon i. Alana tung apala Agenda pe soadong, Bibel pe soadong; asa holan namarendei do nasida jala martangiang di nasahali i.
Dungi borhat ma amanta Pardomuan Hutasoit dohot mangantar Sihombing mandapothon  Pdt. M Hutapea di Sibuntuon; paboahon naung dipungka nasida parmingguon di Pea Hotang – Sigumpar. Pintor las doroha ni Pandita i umbegesa ihut didok; nga denggan i mauliatema, sai dipargogoi Tuhanta ma hamu manguluhon hurianta i. Dungi ari Sabtu na i, laho ma amanta Pardomuan Hutasoit mangalap Agenda dohot Almanak dohot sude perlengkapan Parmingguon, asa adong pangkeon nasida. Di Minggu na paduahon, tong dope marsisungkunan nasida ise nalaho manguluhon minggu. Dos ma tahina dipangido ma amanta Pardomuan Hutasoit. Jadi Laos amantaon ma na mar-agenda dohot marjamita, amanta Mangantar Sihombing ma manjaha Ende. Nang pe songon i parmingguon, mansai semangat do nasida mamuji Tuhan i.
VII.          Mandior Inganan Pargareajaan.
Ndang sadia leleng, pintor dilului nasida ma par-garejaan; alai mansai maol do dapot. Dung songon i ro ma amanta Japidoli Hutasoit mandok: ““Sapala di pargadongan nama an ma tabaen”. Satolop ma nasida, di baen ma di pargadongan i.
VIII.         Sangkap Pauli Gareja.
Dung adong tano pargarejaan i, pintor direncanahon nasida ma laho paulihon Gareja disi paima adong tano na dumenggan. Margotong royong ma nasida laho padosdoshon, inganan i asa denggan. Molo hau ndang pola manuhor nasida, ala marsilean hau na be do. Adong na mangalehon, tiang, urur, nang hau hibul. Di mulai nasida ma padengganton pargarejaan i jadi pintor ro amanta si Parianus Siregar dohot si Kloster Siregar mangalehon hauna laho mambahen tiang. Ihut ma musengani laos masuk gabe ruas ni HKI. Mansai las maroha nasida mangjangkonsa.
Dungkon ni, dipatupa ma muse gorong-royong  laho mambuat hadudu tu robean Pea-arung bahen tarup. Jala mansiboan balanjona be do disi. Songonima porsukna ditingki i parniahapan ni angka namamungka hurianta HKI Sigumpar on.
Ndang sadia leleng ro ma amanta St Henni Hutasoit laho mandokkon, asa dohot nasida gabe ruas ni HKI, jala pola dilehon nasida 3 tiang  tu bangunan i. Dungkon ni, tamba ma mjuse amanta  si Alpin Sihombing mangalehon hadudu dohot hau na boi urur sian porlak nasida, ihut dipangidohon asa masuk nasida gabe ruas ni HKI. Jadi tung las do roha nasida dipartamba ni ruas i. Ihutma antong angka nabaru masuk I dohot gotong royong di pature gareja i.
Dung haru singkop angka na ringkot tu bangunan i, jongjong ma gareja i. Dohot kondisi, tarup sian hadudu na hona tumtuman, ndang mardingding dope. Di situasi na songon I, talak bungbung dope alai nungnga dipatupa disi parmingguon.
Marnida hinaporsuk ni parmingguon I, didok amanta Gerhart ma tu ianakkonna: amanta Pardomuan Hutasoit, asa dilehon papan na laho mambahen tu parjabuanna hian bahen dingding ni gareja I, anggiat unang bungbung. Alai borat do roha nasida nian mangalehonsa, siala ndang adong dope jabuna.
Alai sai marhusori ma roha ni amanta Pardomuan Hutasoit dohot inanta boru hombing, gabe diputushon nasida ma mangalehon papan parjabuannai tu gareja, dibagasan pangkirimon: Sai napatupaon ni debata do muse lobi sian na ni lehon na i.
IX.         Situasi ni dalan tu Gareja Pargadongan.
Boi ma antusanta situasi di pargadongan. Jadi asa molo laho marminggu nasida naujui, ingkon dibungka do sipatuna asa boi bolusan dalan, ala buntak do siboluson dohot aek .  Alai songon ipe dihasabamhon do naadong i, nang pe tetap adong do pangkiriman lehonon ni Jahowa do muse inganan na dumenggan. Pangkirimon sisongon  ima memotivasi nasida sai tongtong mangalului inganan nasing. Hurang lobi lima taon ma nasida marminggu di pargadongan i.
Alai di sada tingki, mangoli ma amanta Pangihutan Hutasoit. Didok nasida naeng gadisonna tanona asa adong laho tu pangolina. Dipabotohon ma i tu amanta St Henni Hutasoit.. Mardos ni roha ma nasida sude ruas naparjolo i, laho manuhor tano i. Saut ma di tuhor dohot arga Rp 5000,- di tanggal 08 agustus 1962. Basa do Tuhan i patuduhon tanoi tu nasida, ima na gabe inganan ni Gareja sisaonnari on.
Nang pe naung adong tanoi ndang dope pintor boi dibangun gareja. Tong dope diinganan pargadongan i. Hape tarupna pe nga mansai godang na boncor, asa molo ro udan nga maol be luluan inganan na so hona panetekan ni aek. Songon ipe tong do ditaon jala dihabengethon
X.            Gareja di tano ni HKI
Mamereng kondisi ni Gareja naung lam memprihatinkan, dos ma rohanasida papinda gareja na di pargadongan i tu tano naung tinuhorna  ima di inganan si saonari.  Nang pe naung dipapinda, hinorhon ni pogos tong dope martarup hadudu gareja naimbaru i. Asa dang pola asing sian pangalahona sian na parjoloi; Ia ro udan sai tong dope nasida hona tiris-tiris na.
Dibagasan panggomgomion ni Jahowa Debata, dilehon do roha na benget nang hasabaraon tu sude ruas na parjolo i, Manahan do di sude namasa i, Baliksa lam dipelehon do dirina tu Debata marhite na olo gabe learning sintua ima amanta : Mangantar Sihombing, Gr Richard Hutasoit, Pardomuan Hutasoit dohot Japidoli Hutasoit. Dang pola sadia leleng hombar tu siatuasi ni Hurai tibu do nasida ditabalhon. Penabalan  hatihai dipatupa di HKI Sijuguk. Dung sahat penabalan i, marlas niroha do luhutna Huria manjangkonsa, asa dipatupa ma partangiangan (syukuran) secara bersama di bagas ni amanta KK  Gerhart Hutasoit.
Ala namartarup hadudu dope gareja i lam leleng lam tugodangna ma manirisi tu bagsan ia ro udan. Dos ma roha ni sude Ruas nang parhalado. Diganti nasida ma tarupi gabe sian butar. Tontu ndang na adong hian dope bahan nai. Dipatupa nasida ma muse gotong royong dohot ihut menyumbangkon parhau sian masing-masing jemaat dohot syarat ingkon hau ingol dohot hau res do asa boi dipatupa gabe tarup butar. Dung dipapungu hau i digargaji nasida mai secara bersama.
Sahat ma napinarsinta, tarup butar ma huria i, las situtu ma roha nasida. Alai ndang sadia leleng pintor ro ma udan hape tong boncor tarup i. Nungnga loja asa dapot nasio, hape tong do hape ingkon hona tiris ni udan. Asa sampe haruar do pandohan sian sahalak ruas ni huria i: “ Ah nga sala beon, tu lombang ma na roa”.
Alai nang pe songon i namasa, ndang gabe gale ruas nang parhalado i. Alai dibagasan semangat, lumobima dos ni roha namansai togu didok nasida do: “ Nang pe angka na pogos hita sandok ingkon guguanta nama asa martarup seng huria on, unang laos lea roha ni halak marnida hita.” Asa disepakati ma setiap keluarga mangalehon minimal dua lembar seng. Nionjar ni hapoprseaon nang las ni roha nasida adong do namangalehon 3 sampe 4 lembar  per rumah tangga. Siani ma mulana martarup seng huria on .
XI.         Lam Martamba do Pasu-pasu tu sude ruas
Mauliatema di Tuhanta, nang pe pogos-pogos angka ruas ta na parjolo i, dipatupa nasida do gogona asa boi jongjong bahkan maju huria i. Nang pe dipelehon gogo nang sibahenonna tu huria ndada lam marpogos nasida. Mauliate ma Di Tuhan i, baliksa lam denggan be do angka parngoluanna. Marhite ima ditahi nasida ma muse mambahen garejai sian Beton. Pintor dos do rohana nasida mangulahonsa, ndang adong namarungut-ungut. Margugube ma muse nasida patupahon i. Ndada na adong di patupa disi pesta pembangunan. Terbukti tupa do bangunan i marhite hamoraon ni Debata pinasahatna tu ruas ni HKI sigumpar on na ujui. Jadi do Beton huria i.
XII.       Ndang marnasae Parungkilon i.
Songon pandok na peribahasa: “Sudah jatuh ketimpa tangga”  Suang songon ima naniadopan ni angka pendiri ni HKI Sigumparon. Di situasi parmingguon namansai parir di tambai ma muse naingkon manjalo angka insak-insak dohot rehe-rehe sian angka nasomarlomo ni roha ni hajojongjong ni huria on. Pola do sahat tu na dipapulik sude ruas ni HKI sian sarikat parsahutaon. Asa hatihai gabe tubu do sarikat namargoar “Sarikat  HKI “ namaranggotahon holan ruas ni HKI Sigumpar. Didok do ruas ni HKI ndang sidonganan: nanggo giring-giring na pe soada; diuduti muse dohot ejekan na trend hatiahai : HKI-HKO tusi lao tusi hao-hao.
Toe muse tung godang do angka hata-hata dohot insak-insak tu nasida, ala mamungka huria i, lumobi ma ala ‘inisiatorna’ angka parjuji. Didok do tu nasida: Apala so tinanda hamu sude”.
Ianakkon pe dohot do gabe mangae di hata nang pambahenan: Dipakoltuk-koltuk do di tingki haruar sahali ihut didok : HKI-HKO : Ulumon hao-hao, toe muse dung haruar Singkola : Di panabian dipandok ma muse songon i. Tung jut do roha nasida umbegesa.
Asa tung lungun do ditingki i di hilala nasida, pola do muse adong namangasupi tu amanta KK Gerhart di Lapo ni amanta Golead Hutasoit. Nian diampini amanta i do mandok: Padengganton do i muse, ai nungnga tamba Gareja di si Gumpar on, Jolma i pe anon lam ringgas do marminggu, ninna ma.
Tung nabalga do asiniroha ni Jahowa, dipargogoi do angka pamungka huria on, ndang olo sumurut nang pero angka tantangan nang rintangan na borat i. baliksa gabe lam marsitutu do nasida laho mangalanjuthon Pajongjong Gareja i.
Dipatupa ma bangunan sian beton, alai siala pogos olatni  ring balok do na tolap dope. Pola do leleng songoni situasina, dibagasanna ma gareja na mardorpi papan i. Naso panagaman taon 1982, ro ma halisungsung (puting-beliung) hancur ma gareja nang bangunan na baru dipatupa i. Pola do sampe rata tu tano. Tumatangis ma angka ruas marrnidasa. Tepat ditingki i, adong do parhalado na borhat  pataru Pdt. MAE Samosir tu P. siantar.  Alai di parsorion na dokdok i, tung tarapul do roha huria I, siala pintor dihalaputi donganta sian HKBP Sigumpar do ro “Manghopol tondi” jala mamboan parbue pir tu huria HKI Sigumpar on. Tangkas do disi parsaoran na mansai dame laos ditangiangkon nasida do asa tung unang be masa sisongon i tu  pudian ni arion. Gabe lam tu denggan na ma parsaoranta rap dohot donganta sian HKBP dungkon ni I tu joloan on. Tangkasma songon pandohan ni halak “HKI – HKBP ai so ise hita be” Sada do dibagasan Kristus i.
Dung so adong be gareja i, marpungu ma ruas nang parhalado jala disepakati ma patupa parmingguon  di bagas ni amanta Bona Hutasoit.
Jalo do pintor dipatupa muse pajongjong gareja naimbaru; jala tetap do marhite gotong royong. Asa morot do saotik sian ingananna hian, ima gabe gareja si saonnari.
Bangunan ni gareja na dipatupa hatihai, ima gareja si sonari alai ndang adong dope palas-palas, dohot biluk parhobasan.
Ndang marnasae diadopi hurion parungkilon; di naung sonang marminggu sadia leleng alai di taon 1998 ro ma muse parungkilon; adong ma mangambat dalan tu garejaon marhite patupa parit di jolo ni gareja on, bahkan sude tano lapang on digodungi laho manuan kopi. Asa sungkot ma dalan tu gareja on. Dos ma roha ni sude ruas lumobi ma angka ina: Di loha ma parik i. Masa do paraloan tingki i. martangiang ma ruas ni HKI on ihut marende sian BE 272.  Berkembang ma persoalan i; ndang holan HKI be namaralo tu na patupa pamarik i; alai gabe lungguk sigumpar on nama. Ujungna naung adong hian bangunan di patupa di tano lapang na dijolo gareja on dohot mai gabe di hancurhon. Alani paraloan i; dialuhon do ruas ni HKI on dohot masyarakat si gumpar tu Polisi jala di Sel do sampe saborngin (St Bangun Hutasoit, St Poltak Hutasoit sian HKI) dohot adong piga halak nai sian huta sigumpar.
XIII.            Pangarimpuni.
Pinuji ma Tuhan Jesus Kristus ulu ni Huria i, na tongtong mamasumasu huhut mandongani hita sahat tu tingki naparpudion. Dipasahat do tu hita taon na imbaru 2011. Laos di taon on ma tanggal 05-01-1961 boho ma HKI sigumpar on dipasu-pasuhon Debata marumur 50 taon.   ma di Tuhan Jesus Kristus, dipaojak huria HKI Sigumpar on 09 (sia)  Kepala Keluarga do, hape saonari di Jubileum na pa 50 taonhon on nungnga sahat be 57 (lima puluh pitu) Kepala Keluarga. Naujui tung marpogos do sude, saonari ditumpahi Tuhani do hadumaon. Songoni ma songon sejarah singkat ni hurianta HKI Sigumpar na boi tarjahahon hami. Selamat berjubelaris ma di hita saluhutna.
.





RENUNGAN

BAHAN RENUNGAN
MATIUS  7:21

Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan,Tuhan! Akan masuk kedalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga
Ndada saluhut halak namandok Ahu Tuhanna, bongot sogot tu Harajaon banua Ginjang i, holan angka namangulahon lomo ni roha i damang  na di banua ginjang i do.
Sebutan Kristen adalah sesuatu yang sudah lajim penggunaannya, apalagi didaerah Humbahas. Ada orang Kristen, ada pula lembaga seperti Sekolah Kristen, Rumah sakit Kristen bahkan langsung memakai nama suatu gereja misalnya SD Katolik , SMP HKBP, STM HKI misalnya. Bahkan ada Partai yang disebut Partai Kristen. Yang menjadi pertanyaan apa sebenarnya cirri orang, lembaga Kristen yang membedakannya dengan yang lain?
Mungkin kita yang hadir ini ada yang menjawab dalam hati: Bahwa cirri orang Kristen itu adalah “kasih”/holong”.  Tetapi sepertinya jawaban atau ucapan ini membuat hati geli dan malu. Bukankah orang dan lembaga lain lebih mempraktekkan “kasih” daripada kita? Terlalu naïf kalau kita mengklaim bahwa segala yang baik seperti kasih, pelayanan, persaudaraan, pengampunan keadilan, atau kebenaran sebagai cirri Kristen. Sebab secara jujur harus kita akui bahwa hal-hal yang baik itu pun ada pada orang dan lembaga dan yang ironisnya sepertinya kwalitasnya lebih tinggi.
Ciri Kristen memang kabur alias “tak jelas”bin semu dimata banyak orang. Karena itu pula : orang sering salah kaprah dalam menyatakan iman Kristennya, misalnya:
·         Ada orang yang beranggapan bahwa cara utama menyatakan kekristenan adalah secara verbal. Contohnya, dalam setiap percakapannya sebentar-sebentar ia berucap”Halleluya/puji Tuhan tau Tuhan berkati. Sehingga ucapan-ucapan yang kudus dan sangat bermakna tersebut nyaris merosot menjadi penghias kalimat belaka. Tentang orang yang sebentar-sebentar mengucapkan nama Tuhan, Yesus berkata:  Bukan setiap orang yang berseru…
·          Ada pula yang berangapan bahwa kekristenan dinyatakan secara ornamental, yaitu dengan memasang ornament atau hiasan, misalnya di rumah memajangkan gambar Tuhan Yesus ukuran 50inci, memakai kalung salib, di mobil memasang salib atau stiker bertuliskan I Love Jesus atau I am a Christian. Mungkin ia mengira orang-orang yang melihat stiker itu akan menjadi tertarik atau salud atau…Pada hal yang terjadi sering kebalikannya. Orang menjadi muak melihat stiker sperti itu. Sebab lebih baik pemilik mobil itu menunjukkan imannya dengan mengemudi lebih tertib (menuruti rambu2) ketimbang memasang stiker yang religius tetapi mengemudi ugal-ugalan. Di jaman Yesus ada juga orang yang suka memakai ornamen2, Yesus berkata: Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya bermaksud supaya dilihat orang, mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang..(Mat 23:5)
·         Selanjutnya ada orang yang berangggapan bahwa kekristenan dinyatakan secara ritual dan seremonial, misalnya penumpangan tangan, pengurapan minyak, puasa, doa berantai, doa semalam suntuk, menengadah ke atas, mengangkat tangan dsb. Pada jaman Tuhan Jesus ada banyak ritus dan seremoni tetapi Ia mengecam pengungkapan agama hanya sebatas ritual dan seremonial. Kecamannya a.l: Mat 6:1-18, 23:14-36: (jgn sok saleh)
Kalau cara menyatakan kekristenan bukanlah terutama verbal, ornamental atau seremonial, jadi bagaimana cara yang sepatutnya? Cara menyatakan iman Kristen terutama terletak dalam melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan, jadi secara oprasional. Perhatikan kata melakukan…
Yang membedakan orang Kristen atau lembaga Kristen adalah pengopprasian sebuah iman yang mengacu kepada diri Yesus sebagai kaidah dan norma. Itu berarti pada waktu kita berpikir, berkata, berbuat sesuatu harus sesuai dengan kehendak Yesus. Kaidah kita adalah diri Yesus.
Jadi cirri utama orang atau lembaga Kristen bahwa kaidah dan motivasi perbuatannya mengacu kepada diri Yesus. Sebelum menjadi agama Resmi, sebutan Kristen di Roma adalah ejekan, akan tetapi setelah kaisar Konstantanius Kristen telah menjadi agama resmi sehingga ungkapan Kristen itu menjadi sebutan kehormatan.
Dewasa ini sebutan Kristen tidak bernada ejekan atau kehormatan. Sebutan ini sudah menjadi biasa, demikian biasanya sehingga kita menjadi terlupa apa sebenarnya menjadi konsekwensi menjadi penyandang sebutan itu.
Menyandang sebutan Kristen baik sebagai orang maupun lembaga/organisasi, berarti menyandang tanggungjawab untuk mengacu kepada diri Yesus dalam pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Sebab itu sebutan Kristen adalah sebutan tanggungjawab. Noblesse oblige” (bc;noblesy oblisy) kata filsut Prancis Duc de Levis artinya: Nama yang luhur mengandung tanggungjawab yang luhur.
 Orang Kristen mengandung nama Yesus Kristus, dan nama itu sunguh luhur. Nama itu adalah nama Yesus: Yesus adalah orang biasa yang hidup sebagai Allah, dan Allah yang hidup sebagai orang biasa. Kristen adalah identitas kita.
 Jadi dari perbuatan kitalah orang kiranya tahu bahwa kita Kristen. Maka berbuata dan berbuahlah sebagaimana Yesus Perintahkan. Amin.